Simply, Inter-VLAN Routing merupakan metode routing untuk menghubungkan dua atau lebih VLAN yang berbeda, yang mana harapannya agar semua device yang berada di dalam VLAN tersebut bisa saling berkomunikasi meksipun berbeda VLAN.
FYI, jika belum tahu VLAN itu apa? silakan pelajari tentang VLAN di CISCO: VLAN
Inter-VLAN Routing Router On a Stick
Istilah “Router On a Stick” merupakan metode Inter-VLAN Routing yang menggunakan satu interface fisik pada router, tapi dibuat menjadi beberapa sub-interface, di mana setiap sub-interface mewakili satu VLAN.
Disebut “on-a-stick” karena hanya satu kabel (stick) yang menghubungkan router ke switch, tapi bisa menangani banyak VLAN sekaligus melalui sub-interface. Router akan menerima dan mengirim trafik VLAN melalui trunk port dari switch, ini merupakan solusi agar hemat biaya, karena tidak perlu banyak interface fisik.
Demonstrasi

Konfigurasi Switch
Membuat VLAN:
switch(config)#vlan 10
switch(config-vlan)#name LANTAI_1
switch(config-vlan)#exit
switch(config)#vlan 20
switch(config-vlan)#name LANTAI_2
Setup VLAN Access:
switch(config)#int range f0/1-2
switch(config-if-range)#switchport mode access
switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
switch(config-if-range)#exit
switch(config)#int range f0/3-4
switch(config-if-range)#switchport mode access
switch(config-if-range)#switchport access vlan 20
Setup VLAN Trunking:
switch(config)#int g0/1
switch(config-if)#switchport mode trunk
switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20
Setelah itu silakan set IP Address, dan Gateway untuk tiap-tiap PC nya sesuai subnetnya (mengikuti topologi di atas).
Konfigurasi Router
Setelah konfigurasi pembuatan VLAN dan setupnya di sisi Switch sudah kita lakukan, jika kita coba melakukan test PING, misalnya dari PC-1 ke PC-3, maka tidak akan reply (timeout).
Ini terjadi karena PC-1 dengan PC-3 itu berada dalam VLAN yang berbeda, sehingga by default tidak akan bisa saling berkomunikasi…
Nah, solusinya kita harus melakukan Inter-VLAN Routing. Berikut konfigurasinya di sisi Router:
router(config)#int g0/0
router(config-if)#no shutdown
router(config-if)#exit
router(config)#int g0/0.10
router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
router(config-subif)#ip add 192.168.9.1 255.255.255.0
router(config-subif)#exit
router(config)#int g0/0.20
router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
router(config-subif)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
Note:
- int g0/0.10 -> ini artinya membuat sub-interface di interface
Gig0/0dengan penamaan.10(biasanya disamakan dengan VLAN ID nya) - encapsulation dot1Q 10 -> ini adalah perintah untuk mengaktifkan trunking IEEE 802.1Q pada sub-interface tersebut. Angka
10berarti sub-interface ini akan menangani frame yang ditag dengan VLAN ID 10. Jadi, saat ada frame dari VLAN 10 datang lewat trunk port, router tahu frame itu harus ditangani olehg0/0.10 - Jika tidak menggunakan
encapsulation dot1Q, router tidak akan tahu frame VLAN itu milik VLAN berapa, dan komunikasi antar-VLAN tidak akan berhasil - ip add 192.168.9.1 255.255.255.0 -> ini merupakan IP Address yang diset pada sub-interface
g0/0.10, yang mana IP Address ini nantinya akan menjadi Gateway nya.
Testing
Selanjutnya sudah bisa kita coba lakukan PING Test, disini saya akan coba test dari PC-1 (VLAN 10) ke PC-3 (VLAN 20):
C:\>ping 192.168.10.2
Pinging 192.168.10.2 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.10.2: bytes=32 time=1ms TTL=127
Reply from 192.168.10.2: bytes=32 time=2ms TTL=127
Reply from 192.168.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=127
Reply from 192.168.10.2: bytes=32 time<1ms TTL=127
Ping statistics for 192.168.10.2:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 2ms, Average = 0ms
Jika terpantau reply, maka sudah berhasil.
Inter-VLAN Routing Switch Multi Layer
Inter-VLAN Routing di Switch Multilayer memungkinkan berbagai jaringan VLAN saling terhubung tanpa bantuan router. Semua proses routing dilakukan langsung di dalam switch, menjadikannya solusi yang lebih cepat dan efisien dibanding metode lama seperti Router-on-a-Stick yang sudah dibahas sebelumnya.
Switch Multi Layer atau Switch Layer 3, merupakan switch yang bekerja di layer 2 (data link) dan layer 3 (network), sehingga switch ini memiliki fitur untuk routing (sama hal nya seperti router).
Demonstrasi

Konfigurasi Switch
Membuat VLAN:
switch(config)#vlan 10
switch(config-vlan)#name LANTAI_1
switch(config-vlan)#exit
switch(config)#vlan 20
switch(config-vlan)#name LANTAI_2
Setup VLAN Access:
switch(config)#int range f0/1-2
switch(config-if-range)#switchport mode access
switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
switch(config-if-range)#exit
switch(config)#int range f0/3-4
switch(config-if-range)#switchport mode access
switch(config-if-range)#switchport access vlan 20
Set Trunking ke Switch Multi Layer:
switch(config)#int g0/1
switch(config-if)#switchport mode trunk
Konfigurasi Switch Multi Layer
Di switch ini kita tidak perlu lagi membuat VLAN nya, karena switch ini tidak punya akses langsung ke PC. VLAN hanya “dikenali” saat lewat trunk, dan routing dilakukan via SVI (interface VLAN), bukan interface fisik.
FYI, SVI (Switch Virtual Interface) adalah interface virtual yang terdapat pada sebuah switch, yang berfungsi untuk memberikan alamat IP pada suatu VLAN tertentu sehingga memungkinkan switch melakukan komunikasi Layer 3 (seperti routing antar VLAN) atau fungsi manajemen. SVI sering digunakan sebagai gateway default bagi perangkat-perangkat dalam satu VLAN.
Pertama, aktifkan fitur routing:
switchMLS(config)#ip routing
Set SVI untuk masing-masing VLAN:
switchMLS(config)#int vlan 10
switchMLS(config-if)#ip add 192.168.9.1 255.255.255.0
switchMLS(config-if)#no shutdown
switchMLS(config-if)#exit
switchMLS(config)#int vlan 20
switchMLS(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
switchMLS(config-if)#no shutdown
Set Trunking ke Switch Layer 2 (Switch Bawah):
switchMLS(config)#int g0/1
switchMLS(config-if)#switchport mode trunk
Setelah itu silakan set IP Address, dan Gateway untuk tiap-tiap PC nya sesuai subnetnya (mengikuti topologi di atas).
- PC-1 & PC-2 → gateway:
192.168.9.1 - PC-3 & PC-4 → gateway:
192.168.10.1
Testing
Dengan konfigurasi ini, PC antar VLAN sudah bisa saling PING, misalnya PING dari PC-2 (VLAN 10) ke PC-4(VLAN 20):
C:\>ping 192.168.10.3
Pinging 192.168.10.3 with 32 bytes of data:
Reply from 192.168.10.3: bytes=32 time=1ms TTL=127
Reply from 192.168.10.3: bytes=32 time=2ms TTL=127
Reply from 192.168.10.3: bytes=32 time<1ms TTL=127
Reply from 192.168.10.3: bytes=32 time<1ms TTL=127
Ping statistics for 192.168.10.3:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 0ms, Maximum = 2ms, Average = 0ms
Tinggalkan Balasan